• 082262298938
  • admin@rajalabsipil.com

SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI

Profil konsumen belanja online di indonesia

“Dalam rentang lima tahun, semua perusahaan akan menjadi perusahaan internet atau mereka tidak akan menjadi perusahaan apapun.” 

Saat kalimat tersebut terucap, dunia internet masih dalam proses penjajakan. Masa depan internet, masih terasa samar dan tak menentu. Pada tahun 1999 itu, dengan cerdik Andrew Grove, mantan CEO Intel memberikan prediksinya akan masa depan dunia internet. 

Memasuki tahun 2017 atau selepas 18 tahun ucapan itu keluar dari mulut Grove, dunia hampir didominasi oleh perusahaan-perusahaan berbasis internet. Google dan Facebook, mencuat menjadi perusahaan yang sukses mendominasi percakapan sehai-hari kita. Di sisi lain, perusahaan seperti Amazon, Alibaba, Lazada, dan Tokopedia, sukses mengubah bagaimana orang-orang menemukan barang yang dicari dan berbelanja tanpa perlu repot-repot beranjak dari tempat tinggal.

Untuk perubahan yang disebut terakhir, merujuk data yang dipacak dari Statista angkanya meningkat pesat. Pada 2016, e-commerce hanya menyumbang 8,7 persen terhadap penjualan ritel global. Pada tahun 2017 ini, sumbangsih e-commerce diprediksi meningkat menjadi 10,1 persen terhadap penjualan ritel global. Pada tahun 2012 mendatang, persentase perdagangan e-commerce terhadap penjualan ritel global diprediksi akan mencapai 15,5 persen.

Senada dengan peningkatan tersebut, data lain yang dipublikasikan Statista mencatat bahwa pada tahun 2017, penjualan retail e-commerce di seluruh dunia diprediksi mencapai angka $2,2 triliun. Pada tahun 2020 mendatang, total penjualan retail dari e-commerce diprediksi akan mencapai angka $4,4 triliun.

Secara sederhana, data-data tersebut mengungkapkan bahwa pertumbuhan dunia e-commerce akan terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang tak terkecuali terjadi pula di Indonesia.

Merujuk data dari penelitian bertajuk “The Oportunity of Indonesia” yang digagas oleh TEMASEK dan Google, pertumbuhan e-commerce Indonesia meningkat seiring dengan tumbuhnya penggunaan internet di Indonesia. Pada tahun 2015, terdapat 92 juta pengguna internet di Indonesia. Pada 2020 mendatang, diprediksi pengguna internet Indonesia akan meningkat menjadi 215 juta pengguna. Dari angka total pengguna internet tersebut, pada 2015, terdapat 18 juta orang pembeli online di Indonesia. Pada tahun 2025 mendatang, 119 juta orang diprediksi menjadi pembeli online di Indonesia. Maka tak heran, peningkatan tersebut akan mengerek nilai pasar e-commerce Indonesia. TEMASEK dan Google memprediksi bahwa nilai pasar e-commerce Indonesia akan mencapai angka $81 miliar pada tahun 2025.

Selain itu, penelitian yang digagas TEMASEK dan Google tersebut pula memprediksi bahwa Indonesia akan berubah menjadi pemain dominan dalam percaturan e-commerce terutama di kawasan Asia Tenggara. Pada tahun 2015 lalu, Indonesia hanya menyumbang porsi 31 persen pada dunia e-commerce kawasan Asia Tenggara. Namun, pada tahun 2025 mendatang, Indonesia akan mengambil porsi hingga 52 persen pada dunia e-commerce di kawasan Asia Tenggara. Dengan kata lain, Indonesia ialah wilayah yang memiliki potensi sangat baik dalam ranah e-commerce.

Tipikal Konsumen e-Commerce

Perkembangan e-commerce yang cukup baik di Indonesia tersebut, tak lain disebabkan oleh pelaku e-commerce itu sendiri terutama tentu saja pembeli produk-produk yang dipampang dalam skema e-commerce. Hasil penelitian kolaborasi antara Google dan GfK mengungkapkan, di Indonesia, terdapat 4 tipe profil pengguna atau pembeli online. Tipe-tipe tersebut ialah Innovator, Early Adopter, Gaptek (Gap-Tech), dan Late Bloomers.

Tipe profil Innovator, merujuk penelitian tersebut, ialah mereka yang memiliki pendapatan tinggi, online dengan lebih dari satu perangkat, memperhatikan garansi suatu produk yang hendak dibeli, dan lebih menyukai melakukan pembayaran menggunakan internet banking, serta lebih suka jika toko online yang mereka kunjungi memiliki beragam metode pembayaran, termasuk juga beragam dalam bermacam kartu kredit yang ditawarkan. Selain itu, tipe profil Innovator merupakan mereka yang jauh lebih memilih menggunakan aplikasi ponsel pintar untuk berbelanja dibandingkan jalur lainnya semisal situsweb, baik versi desktop maupun mobile.

Baca juga artikel terkait E-COMMERCE atau tulisan menarik lainnya Ahmad Zaenudin 

(tirto.id - zae/nqm)

 

©2017 Raja Lab Sipil All right reserved   Developed by javwebnet